Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Belasan Miliar Dana Alokasi Khusus 2019 di Lampung Utara Terancam Hangus

Belasan Miliar Dana Alokasi Khusus 2019 di Lampung Utara Terancam Hangus

126
BERBAGI
Kantor Pemkab Lampung Utara
Kantor Pemkab Lampung Utara

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi--Belasan miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Lampung Utara tahun ‎2019 dikabarkan hangus karena harus kembali ke kas negara. Penyebabnya diduga karena banyaknya terjadi ‘kesalahan’ dalam sejumlah lelang proyek DAK 2019.

BACA: DAK Terancam Hangus, Sekkab Lampung Utara Panggil Kadis PU

Perkiraan ‘hangusnya’ belasan miliar DAK itu mengacu pada surat edaran dari Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan dengan nomor S-219/PK/2019 tentang percepatan penyaluran DAK fisik tahap I 2019 dan Peraturan Menteri Keuangan nomor 121/PMK.07/2018, batas waktu pemutakhiran data kontrak sampai dengan tanggal 22 Juli 2019.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Lampung Utara, Hendry, ketika dikonfirmasi tak menampik jika ada sejumlah proyek yang bersumber dari DAK 2019 gagal mendapatkan pemenang lelang.

“Memang benar ada sejumlah proyek yang gagal dalam lelang proyek elektronik kali ini,” akui dia, Senin (12/8/2019).

Sejumlah proyek yang gagal mendapatkan pemenang itu dikarenakan oleh pelbagai sebab. Di antaranya tidak adanya rekanan yang melakukan penawaran terhadap paket proyek yang dilelang, cacatnya berkas administrasi dari rekanan pemenang lelang saat proses pembuktian.

“Ada paket proyek yang sama se‎kali tidak ada yang menawar saat dilelang,” urainya.

BACA: DAK Terancam Hangus, DPRD Lampura Tuding Kepala Dinas PUPR tak Pandai Kelola Proyek

Meski tak dapat menyebut secara pasti berapa total nilai dari ‎sejumlah proyek yang ‘gagal’ itu, Hendry memperkirakan nilainya di kisaran Rp16 Miliar hingga Rp18 Miliar. Perkiraan ini didapatnya berdasarkan perhitungan dari total nilai proyek DAK tahun 2019 yang berhasil mendapatkan pemenang lelang. Total nilai proyek yang berhasil mendapatkan pemenang mencapai sekitar Rp28 miliar atau Rp29 miliar.

“Kalau total nilai proyek DAK 2019 sendiri, nilainya mencapai sekitar Rp47Miliar,” papar dia.

‎Seluruh proyek yang gagal mendapatkan pemenang itu berasal dari dua Organisasi Perangkat Daerah. Kedua OPD itu, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Kesehatan.

“Yang gagal itu proyek dari PUPR dan ‎Dinas Kesehatan. Untuk dikembalikannya uang itu ke kas negara atau tidak, silakan langsung konfirmasi ke instansi terkait,” jelasnya.

BACA: DAK Terancam Hangus, Kepala Dinas PUPR Lampura Salahkan Rekanan

Di sisi lain, Sekretaris Dinas PUPR, Susilo Dwiko mengaku belum mau berkomentar ihwal ini. Alasannya, ia harus berkoordinasi terlebih dulu terkai‎t persoalan tersebut.

“Nanti ya, saya koordinasi dengan pak Kadis (kepala dinas) dulu,” kata dia.

Loading...