Beranda Hukum Kriminal Berkas Perkara Oknum Pendamping P2TP2A Lamtim Cabul Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berkas Perkara Oknum Pendamping P2TP2A Lamtim Cabul Dilimpahkan ke Kejaksaan

323
BERBAGI
Tersangka DA

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Penyidik Subdit IV Remaja, anak dan wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung melimpahkan berkas perkara tahap pertama kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan tersangka DA, oknum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur.

BACA: Gadis di Bawah Umur Warga Lampung Timur Ini Diduga Diperkosa Oknum Lembaga Pendamping

Pelimpahan berkas perkara tahap pertama tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad. Ia mengatakan,

“Ya benar, hari ini pelimpahan berkas perkara tersangka DA oknum pendamping P2TP2A Lamtim ke JPU. Berkas perkara yang dilimpahkan, baru tahap pertama (satu) karena sudah memenuhi syarat formil dan materil,”kata Pandra kepada teraslampung.com, Kamis (16/7/2020).

Pelimpahan berkas perkara tersebut, kata mantan Kapolres Kepulauan Meranti Riau ini, untuk diteliti. Jika berkasnya tidak ada perubahan dan dinyatakan lengkap, pihaknya akan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan untuk dapat segera disidangkan.

“Kami limpahkan ke jaksa untuk diteliti, jika nanti ada perbaikan maka akan segera diperbaiki. Apabila tidak ada penambahan, maka akan ke tahap berikutnya atau dinyatakan lengkap (P21),”ujarnya.

Untuk merampungkan berkas perkara kekerasan seksual terhadap anak tersebut, penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrium telah meminta keterangan terhadap 12 saksi . Sebelumnya delapan saksi yang diperiksa lalu ada penambahan empat orang saksi dan mereka sudah diperiksa.

“Dari ke-12 saksi yang diperiksa itu, termasuk saksi korban dan juga terlapor. Sementara untuk korban NF sendiri, saat ini sudah dilakukan penanganan di rumah aman Dinas PPPA Provinsi Lampung dikawal oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK),”ungkapnya.

BACA: Petugas P2TP2A Lampung Timur Ini Juga Jual Korban ke Pria Lain

Dalam perkara tersebut, kata Pandra, tersangka DA dijerat Pasal 76 d Jo 81 UU No .35 Tahun 2014 atas perubahan UU No. 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun.

“Tidak Hanya itu saja, ancaman hukumannya ditambah sepertiga jika dia orang yang berpengaruh dan diberikan kepercayaan penuh untuk melindungi korban, Jadi bisa diancam dengan pidana hukuman mati,”jelasnya.

Saat disinggung adanya indikasi tersangka lain dan tersangka DA dijerat Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO), mengingat korban NF (14) pernah diperdagangkan tersangka DA kepada orang lain. Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pihaknya masih fokus terkait kasus tersangka DA, tidak menutup kemungkinan dilakukan pengembangan ke TPPO.

“Yang jelas, berkas perkara tahap pertama tersangka DA ini sudah kami limpahkan. Jika ada pemeriksaan lanjutan dan terbukti mengarah ke TPPO, kami akan kembangkan dan mencari pelaku lain agar proses penyelidikannya menjadi terang kasusnya,”tandasnya.

Diketahui, Tersangka DA yang merupakan oknum pendamping P2TP2A Lampung Timur, melakukan kekersan seksual terhadap korban NF (14), warga Lampung Timur yang merupakan anak dampingan trauma healing P2TP2A Lampung Timur. Selain melakukan kekerasan seksual, tersangka DA diduga telah menjual korban NF kepada pria lain atau menjadikan korban sebagai pekerja seks.

Tersangka DA, dilaporkan keluarga korban NF didampingi LBH Bandarlampung ke Mapolda Lampung Jumat malam (3/7/2020) lalu atas tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur dengan Surat Tanda Terima Laporan No. STTLP/977/VII/2020/LPG/SPKT.

Loading...