Densus 88: Ada 2.000 Lebih Kotak Amal Disebar Terduga Teroris di Lampung, Ini Metode Penggalangan Dana Yayasan ABA

  • Bagikan
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengecek ratusan kotak amal yang diamankan dari kediaman salah satu tersangka teroris di Lampung, Rabu (3/11/2021).
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengecek ratusan kotak amal yang diamankan dari kediaman salah satu tersangka teroris di Lampung, Rabu (3/11/2021).

TERASLAMPUNG.COM, JAKARTA — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap sejumlah tersangka teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang berperan sebagai penggalang dana. Beberapa terduga teroris tersebut ditangkap di beberapa wilayah di Lampung. Di Lampung saja, kata Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar, dari 7 terduga teroris yang sudah ditangkap, ditemukan barang bukti kotak amal lebih dari 2.000 buah.

BACA: Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris, Ini Kata Polda Lampung

“JI menjalankan fungsi pengumpulan dana melalui bidang JI yang bernama Thazis. JI memiliki sejumlah metode untuk mengumpulkan dana. Program wakaf produktif, yaitu menerima wakaf atau hibah dari perorangan yang biasanya merupakan anggota JI, seperti wakaf produktif kebun kurma seluas kurang lebih 4 hektare di Lampung yang dikelola S. Hasil panen dimasukkan dalam hasil pendapatan ABA (Abdurrahman Bin Auf) pusat,” kata Kombes Aswin Siregar, Selasa, 9 November 2021.

Menurut Aswin, selain di tempat strategis dan tempat ibadah, anggota JI juga menggalang dana dengan menyebarkan kotak-kotak amal di tempat ramai lainnya. Total kotak amal yayasan Abdurrahman Bin Auf di seluruh Indonesia mencapai sekitar 13.000 kotak amal.

“JI juga diduga menyebarkan kaleng-kaleng sumbangan dengan nama program Gerakan Sehari Seribu (GSS). Ada sekitar 19.000 kaleng yang disebar oleh seluruh kantor cabang Yayasan Abdurahman Bin Auf,” katanya.

Selain menempatkan kotak amal di tempat strategis, kata Kombes Aswin, para tersangka teroris JI juga sering mengirim proposal kepada tokoh masyarakat yang dinilai memiliki harta berlebih.

Menurut Aswin, Densus 88 sudah  mendeteksi metode pengumpulan dana seperti itu di Jakarta. JI juga bergerak mengumpulkan dana melalui dunia maya.

BACA: Densus 88 Antiteror Geledah Rumah Terduga Teroris di Desa Klaten Lampung Selatan

“Modusnya, mereka mencantumkan nomor rekening di website yayasan amal LAZ BM ABA (Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf) untuk memberi bantuan ke Palestina. Juga mengirimkan proposal program kepada tokoh-tokoh masyarakat yang mempunyai kelebihan harta seperti yang sudah dilakukan wilayah cabang Jakarta,” katanya.

Aswin mengatakan, ada juga metode pengumpulan dana secara  online. Yaitu  donasi dengan menggunakan platform media internet dengan mencantumkan nomor rekening di website yayasan ABA pusat dan blogspot yayasan kantor cabang dengan mencantumkan rekening yayasan cabang. Yayasan cabang ABA yang memiliki blogspot antara lain Jakarta, Lampung, dan Malang.

“Dalam website, blogspot, dan media sosial, yayasan ABA mempromosikan/menampilkan program-program yayasan ABA, seperti bantuan masyarakat Palestina dan donasi bencana alam sehingga masyarakat umum tergerak. Adapun target penyumbang berasal masyarakat umum,” terangnya.

Sebelumnya, ada lebih dari 2.000 kotak amal LAZ BM ABA yang disebar teroris JI di Lampung.

Menurut Aswin, dana yang dikumpulkan akan digunakan untuk kegiatan JI. BM ABA cabang Lampung biasa mengumpulkan dana Rp 70 juta dalam sebulan. Dana itu terkumpul dari kotak amal yang disebar.

“Dana yang dihimpun dipergunakan oleh teroris JI untuk memberangkatkan kadernya ke negara konflik, seperti Afghanistan, Suriah, dan Irak. Di sana, mereka dilatih kemampuan militernya hingga menjalin silaturahmi dengan kelompok radikal,” katanya.

Aswin mengungkapkan, Densus 88  telah menyita sekitar 780 dari 2.000 kotak amal milik BM ABA Lampung. Selain kotak amal, Densus turut menyita sejumlah dokumen.

“Selama ini jumlah kotak amal yang disebar di wilayah Lampung lebih dari 2.000 kotak amal,” Ini merupakan salah satu kantor BM ABA Lampung, ditemukan sebanyak 780 buah kotak amal yang sengaja disembunyikan oleh JI setelah tertangkapnya salah satu Ketua BM ABA Fatria Sanjaya tahun lalu di Jakarta,”tandasnya.

  • Bagikan