Densus 88 Antiteror Geledah Rumah Terduga Teroris di Desa Klaten Lampung Selatan

  • Bagikan
Tim Densus 88 Antiteror saat melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris SW (47) di Gang WR. Supratman RT. 02, Dusun Karanganyar, Desa Klaten, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Sabtu (6/11/2021). Foto: Teraslampung.com/Zainal Asikin
Tim Densus 88 Antiteror saat melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris SW (47) di Gang WR. Supratman RT. 02, Dusun Karanganyar, Desa Klaten, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Sabtu (6/11/2021). Foto: Teraslampung.com/Zainal Asikin

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggeledah rumah terduga pelaku teroris SW (47) di Gang W.R. Supratman, Dusun Karanganyar, Desa Klaten, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (6/11/2021) siang.

BACA: Densus 88: Ada 2.000 Lebih Kotak Amal Disebar Terduga Teroris di Lampung, Ini Metode Penggalangan Dana Yayasan ABA

SW ditangkap Tim Densus 88 Antoteror di rumahnya pada Jumat (5/11/2021) pagi kemarin sekitar pukul pukul 07.40 WIB karena diduga terlibat dalam jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI). Selain SW, Tim Densus 88 Antoteror juga menangkap tiga terduga pelaku teroris lainnya yakni FR (37), AA (42) dan NS (42) dan mereka ditangkap di lokasi berbeda.

Pantauan teraslampung.com dilokasi, beberapa personel Tim Densus 88 Antoteror bersenjata lengkap dan personel dari Polda Lampung mendatangi rumah terduga pelaku teroris SW yang masih bata merah di Gang W.R. Supratman RT 02 Dusun Karanganyar, Desa Klaten, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Tim Densus 88 Antiteror, langsung menyebar di beberapa titik sekitar rumah terduga pelaku teroris SW mengamankan lokasi. Warga sekitar, dilarang untuk mendekat sekitar lokasi.

Saat Tim Densus 88 Antoteror tiba dirumah terduga pelaku teroris SW, rumah itu dalam keadaan sepi hanya ada anak SW yang masih kecil usia sekitar 6 tahun. Sementara istri SW sedang pergi keluar rumah, berselang 15 menit kemudian istri SW pulang dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit warna hitam.

Saat penggeledahan, istri terduga pelaku teroris SW sangat kooperatif saat dimintai keterangan oleh tim Densus 88 Antiteror. Penggeledahan tersebut, disaksikan pihak Polres Lampung Selatan, Kepala Desa (Kades), Kepala Dusun (Kadus) serta Ketua RT setempat. Pada saat penggeledahan, situasi kondusif dan aman.

BACA: Ini Peran Terduga Teroris yang Ditangkap di Pesawaran Lampung Menurut Mabes Polri

Sekitar pukul 12.30 WIB, Tim Densus 88 Antiteror keluar dari dalam rumah terduga pelaku teroris SW dengan membawa sejumlah buku-buku yang disinyalir terkait paham radikalisme.

Menurut keterangan warga setempat kepada teraslampung.com, terduga pelaku teroris SW merupakan asli warga Desa setempat dan kesehariannya sebagai petani menanam jagung. Sementara istrinya, selain mengajar ngaji juga jualan madu. SW memiliki enam orang anak, salah satu anaknya sedang mondok di Pondok Pesantren (Ponpes) di daerah Kabupaten Pringsewu.

Sementara Ketua RT setempat, Muda Mawardi saat ditemui teraslampung.com di kediamannya usai penggeledahan tersebut membenarkan, adanya penggeledahan dirumah SW yang dilakukan oleh Tim Densus 88 Antiteror.

“Tim Densus datang ke rumah SW sekitar pukul 11.00 siang tadi, dan penggeledahan itu berlangsung hingga pukul 12.30 WIB,”ujarnya, Sabtu (6/11/2021).

Dari penggeledahan dirumah SW, kata Muda, Tim Densus membawa sejumlah buku-buku dan ada juga majalah. Barang bukti yang diamankan itu, disita dari dalam kamar pribadi SW. Tapi Ia tidak mengetahui secara pasti, mengenai buku-buku dan majalah yang diamankan tersebut.

“Saya sempat melihat ada beberapa buku dan majalah yang diamankan dari dalam kamar pribadi SW, tapi saat itu saya tidak ikut masuk ke dalam kamar untuk menyaksikan sementara yang menyaksikan itu Pak Kadus dan saya duduk di ruang tengah menemani istri SW,”ungkapnya.

BACA: Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris, Ini Kata Polda Lampung

Saat disinggung adakah barang lain yang diamankan Tim Densus 88 Antiteror dari dalam rumah terduga pelaku teroris SW. Muda menuturkan, Ia tidak mengetahui secara pasti ada barang lainnya atau tidak yang turut diamankan selain buku-buku dan majalah. tersebut

“Kalau sepengetahuan saya tadi, ya itu hanya buku-buku dan majalah saja. kalau ada lainnya yang dibawa, saya tidak tau,”ucapnya.

Pada saat penangkapan terduga pelaku teroris SW, Muda mengaku tidak mengetahui mengenai ada warganya yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror, Jumat pagi kemarin. Bahkan ia sempat kaget, adanya penangkapan salah satu warganya tersebut oleh Tim Densus 88 Antiteror.

“Saya benar-benar nggak tahu sama sekali kalau SW ditangkap Jumat pagi kemarin, saya tahunya itu setelah pulang dari Sholat Jumat dan itupun saya taunya dari salah satu warga yang mengatakan ke saya kalau katanya SW ditangkap sama Densus,”bebernya.

Mengenai keseharian SW dilingkungan, Muda juga mengaku tidak mengetahui secara persis. Karena Ia belum lama tinggal di Desa Klaten, yakni baru sekitar satu setengah tahun karena sebelumnya Ia tinggal di daerah Sribawono dan diangkat sebagai Ketua RT pun belum lama yakni pada bulan September 2021.

BACA: Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Pesawaran dan Lampung Selatan

“Kalau persisnya SW seperti apa dilingkungan saya kurang paham betul mas, karena saya juga termasuk masih barulah tinggal disini (Dusun Karanganyar). Saya juga diangkat jadi Ketua RT, ya baru sekitar dua bulan ini,”tandasnya.

Diketahui, selain terduga teroris SW, Tim Densus 88 Antitero Polri juga menangkap tiga terduga teroris lainnyapada Jumat (5/11/2021) pagi kemarin. Ketiganya adalah FR (37) yang ditangkap di rumahnya di Desa Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Jumat (5/11/2021) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Kemudian terduga teroris berinisial AA (42) ditangkap tidak jauh dari rumahnya di Desa Purwosari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, pada Jumat (5/11/2021). Sekitar pukul 08.00 WIB dan terduga teroris berinisial NS (42) ditangkap saat berada di Jalan Raya Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (5/11/2021) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

Penangkapan keempat terduga teroris anggota Jamaah Islamiyah (JI) wilayah Lampung berinisial SW, FR, AA dan NS tersebut, masih dalam pengembangan dari penangkapan ketiga terduga pelaku sebelumnya yang dilakun Tim Densus 88 Antiteror pada 31 Oktober sampai 2 November 2021.

Ketiga terduga pelaku yang ditangkap itu adalah SU (61) diamankan di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, DRS (47) diamankan di Pringsewu dan SK (59) diamankan di Bantaranila, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Ketiga terduga pelaku tersebut ditangkap, diduga berkaitan dengan aktivitas penggalangan dana aksi terorisme menggunakan kotak amal melalui Yayasan Ishlahul Umat Lampung atau Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

 

 

  • Bagikan