Beranda Pendidikan Dicopot Sebagai Kepala SMPN 16 Bandarlampung, Purwadi Melapor ke KASN

Dicopot Sebagai Kepala SMPN 16 Bandarlampung, Purwadi Melapor ke KASN

310
BERBAGI
Purwadi, mantan Kepala SMPN 16 Bandarlampung

TERASLAMPUNG.COM — Mantan Kepala SMPN 16 Kota Bandarlampung, Purwadi,  melapor ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta terkait pemecatannya sebagai kepala sekolah.

BACA: Kepala SMPN 16 Bandarlampung Dipecat karena Menerima Handuk dari Rycko, Ini Kata Guru

“Saya legowo diberhentikan menjadi kepala sekolah tidak masalah dan saya juga tidak menuntut untuk kembali. Tapi tentang kebenaran kenapa saya diberhentikan itu maka saya harus menggunakan jalur KASN,” ujar Purwadi kepada awak media Selasa 20 Oktober 2020.

Purwadi mengaku tujuan ia melaporkan kejadian yang menimpanya itu dengan harapan keputusan yang akan dikeluarkan KASN nantinya dapat menjadi acuan bagi ASN dan gubernur, bupati/walikot se Indonesia.

“Rekomendasi apa pun yang diberikan KASN kepada saya atau walikota itu yang harus jadi pedoman. Kalau misalanya saya yang salah, nanti ASN di seluruh Indonesia jangan sampai melakukan apa yang saya lakukan,” katanya.

Purwadi mengatakan, kalau pihak walikota yang salah, untuk ke depan walikota terpilih maupun gubernur, bupati serta walikota se Indonesia jangan melakukan seperti yang pernah dialaminya.

“Intinya yang ingin saya dapatkan seperti itu,” ujar lelaki yang hobi main biola itu.

Purwadi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala SMPN 16 Bandarlampung oleh Walikota Herman HN karena diduga melakukan pelanggaran sebagai ASN terkait Pilkada. Diduga, pencopotan itu terkait dengan beredarnya foto Purwadi dan para guru SMPN 16 Bandarlampung menerima suvenir handuk alat peraga kampanye dari tim pendukung calon Walikota Rycko Menoza.

BACA: Ini Alasan Walikota Herman HN Mencopot Kepala SMPN 16 Bandarlampung

Dalam laporannya kepada KSAN, Purwadi menjelaskan kronologi ia menerima handuk dari tim pendukung Rycko Menoza.

Purwadi menjelaskan, pada hari Jumat, 9 Oktober 2020, sebagaimana biasa sebagai Kepala Sekolah melaksanakan Olahraga bersama di sekolah dilanjutkan jalan sehat bersama guru-guru SMPN 16 Bandarlampung

“Rute yang kami lalui seperti biasanya tidak melewati jalan raya. Kebetulan rute tersebut melewati rumah salah satu calon walikota peserta Pilkada Kota Bandar Lampung.

Saat kami berjalan pulang saat berada dekat dengan rumah calon walikota tersebut, ada orang yang membagikan handuk kecil, dan kami menerima handuk tersebut sebagai penghargaan bagi yang memberinya.

Kami tidak pernah berpikir ada urusan politik dan kami tidak pernah ikut terlibat dalam urusan politik. Namun tidak lama dari waktu tersebut, sekitar pukul 10.15 WIB, saya di telefon oleh Walikota (Bapak Herman HN), dan saya dinyatakan bersalah,” tulis Purwadi dalam laporannya ke KSAN.

Purwadi mengungkapkan, ia  sempat memberi penjelasan melalui percakapan tersebut. Namun,  penjelasan yang ia sampaikan ke Walikota tetap menyatakan Purwadi bersalah dan ia akan diberhentikan (nonjob) dari tugas saya sebagai Kepala Sekolah SMPN 16 BandarLampung.

Purwadi kemudian diminta untuk mengambil SK Pemberhentian saya pada pukul 15.00 di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandar Lampung.

“Setelah saya menerima SK tersebut, maka saya memahami bahwa keputusan tersebut melanggar UU No. 10 Tahun 2016 pasal 71 ayat 2, yang menyebutkan bahwa Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, maupun Walikota dan Wakil Walikota dilarang melakukan penggantian pejabat Enam bulan sebelum masa penetapan calon sampai akhir masa jabatan.

Pejabat yang termasuk tidak boleh dilakukan penggantian adalah pejabat fungsional yang diberi tugas tambahan memimpin Satuan/unit kerja meliputi Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas.

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka saya memohon keadilan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas keputusan Walikota memberhentikan saya sebagai Kepala Sekolah, tanpa ada proses Klarifikasi kepada saya.

Demikian surat ini kami sampaikan, dengan harapan kiranya Bapak dapat memberi keadilan kepada saya,”tulis Purwadi.