Beranda News Pilgub Lampung Dugaan Money Politic Pilgub Lampung tidak Diproses Panwaslu, Ini Alasannya

Dugaan Money Politic Pilgub Lampung tidak Diproses Panwaslu, Ini Alasannya

936
BERBAGI
Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Koir, saat menerima kelengkapan berkas laporan dari tim kuasa hukum Ridho-Bachtiar.

TERASLAMPUNG.COM — Panitia Pengaws Pemilu (Panwaslu) Lampung Tengah memutuskan tiga laporan dugaan perkara politik uang (money politic) tidak dilaniutkan ke tahap penyidikan dengan alasan unsur politik uangnya tidak terpenuhi.

Menurut Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, unsur yang belum terpenuhi dalam laporan tersebut seperti saksi yang diajukan pelapor tidak mengetahui secara langsung pembagian uang itu.

“Semua persoalannya hampir-hampir mirip. Seperti laporan dugaan money politic yang terjadi di Bangunrejo, Lampung Tengah. Si penerima ibu Nuryanti tidak bisa dimintai keterangan ketika petugas kami melakukan klarifikasi,” kata Fatikhatul,Selasa malam (3/7/2018).

Money politic yang tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan juga tidak hanya di Lampung Tengah. Dari 17 laporan money politic yang terjadi di delapan kabupaten kota, Panwas Kabupaten Pesawaran juga tidak melanjutkan ke tahap penyidikan. Dengan alasan, unsurnya masih lemah.

BACA: Politik Uang Pilgub Lampung Terjadi di 15 Kabupaten-Kota

“Kalau yang di Pesawaran unsur mempengaruhi untuk memilih paslon nomor 3 masih lemah dan tidak bisa dibuktikan, karena keterangan yang diberikan oleh pelapor dan saksi tidak ada kesesuaian. Sehingga panwas setempat mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan ke tahap penyidikan,” katanya.

Tidak dilanjutkannya laporan dugaan politik uang Pilgub Lampung ke tahap penyidikan tersebut  sangat disesalkan warga.

Menurut mereka,Panwas Lampung Tengah terkesan memang tidak mau mengusut tuntas aktor kasus politik uanh di Pilgub Lampung 2018. Padahal, politik uang terlihat nyata.

Wito, warga Lampung Tengah, mengatakan masyarakat di Kampungya Sendang Agung sangat merasakan adanya gerakan  politik uang.k. Dalam pengakuannya seluruh warga di kampung ini diberi amplop berisi Rp50 ribu untuk memilih paslon nomor tiga.

BACA: Money Politic Pilgub Lampung, Tokoh Agama Dorong KPU-Bawaslu Tegas

“Saya heran dengan tindakan yang dilakukan oleh Panwas Lampungtengah, tidak menaikan kasus money politic ke tahap penyidikan. Padahal nuansa money politic di kampung sangat kental sekali,” ujarnya, Selasa (3/6/2018).

Menurut Wito, sangat konyol sekali jika alasan panwas tidak naikan kasus money politic ke tahap penyidikan, karena saksi yang diajukan oleh pelapor tidak mengetahui secara langsung money politic. Padahal pembagian amplop terjadi merata disana.

“Jika mau ungkap aktor money politik, seharusnya panwas memberi jaminan hukum kepada masyarakat sebagai saksi. Sehingga actor Money Politic di Pilgub lampung bisa terungkap,” katanya.

Sementara itu warga Sendang Agung lain, Usen berharap, bawaslu turun langsung ke kampungnya untuk mengungkap money politic.Dia pun mengaku siap jika diminta oleh panwas untuk menunjukan pemberi money politik dikampungnya.

BACA: Bawaslu RI Kirim Utusan untuk Proses Dugaan Politik Uang Arinal-Nunik

“Warga sangat berharap bawaslu beserta gakumdu turun langsung ke Sendangagung, sehingga money politic ini bisa terungkap secara jelas,” kata dia.