Beranda News Pilgub Lampung Gunakan Senpi FN, Bandar dan Pengedar Sabu Ditembak Mati BNNP Lampung

Gunakan Senpi FN, Bandar dan Pengedar Sabu Ditembak Mati BNNP Lampung

753
BERBAGI
Rafi Febrianto (warga Bukit Kemuning, Lampung Utara) dan Hendrik (warga Telukbetung, Bandarlampung) dua tersangja bandar narkoba yang dilumpuhkan petugas BNN Lampung dengan tembakan di kakinya.
Rafi Febrianto (warga Bukit Kemuning, Lampung Utara) dan Hendrik (warga Telukbetung, Bandarlampung) dua tersangja bandar narkoba yang dilumpuhkan petugas BNN Lampung dengan tembakan di kakinya.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Dua tersangka bandar narkoba, yaitu Supriyadi alias Alam (warga Telukbetung Bandarlampung) dan Wiko Novian (warga Bukit Kemuning, Lampung Utara), ditembak mati tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung dalam sebuah penggerebekan jaringan bandar besar narkotika jenis sabu-sabu di lokasi berbeda, Rabu 11 April 2018.

Selain keduanya, BNN juga meringkus dua bandar narkoba,yaitu Rafi Febrianto (warga Bukit Kemuning, Lampung Utara) dan Hendrik (warga Telukbetung, Bandarlampung).

Petugas mengaku menembak mati Supriyadi dan Wiko karena dianggap  berupaya melawan menggunakan senjata api organik jenis FN. Sedangkan Rafi dan Hendrik dilumpuhkan ditembak kakinya dengan timah panas.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga mengatakan, keempat tersangka yang ditangkap tersebut, merupakan satu jaringan pengedar narkoba yang kerap mengedarkan barang haram tersebut di wilayah Lampung. Petugas menangkap para tersangka, di tiga lokasi berbeda, pada Rabu 11 April 2018 lalu.

BACA: Penggerebekan BNNP, Bandar Narkoba Tewas Ditembak

Dalam penangkapan itu, kata Tagam, dua tersangka bernama Supriyadi alias Alam dan Wiko Novian terpaksa dilakukan tindakan tegas karena berusaha melawan saat akan ditangkap. Keduanya meninggal dunia, saat dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit.

“Tersangka Alam dan Wiko ini, melakukan perlawanan aktif saat akan ditangkap. Kedua tersangka menembaki petugas menggunakan senjata api organik jenis FN. Terpaksa keduanya dilumpuhkan dengan timah panas,”ujarnya, Jumat 13 April 2018.

Mantan Kapolresta Medan, Sumatera Utara ini menuturkan, selain tersangka Alam dan Wiko, pihaknya juga menangkap tersangka Rafi dan Hendrik yang merupakan masih satu jaringan dengan kedua tersangka. Tersangka Rafi dan Hendrik, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dibagian kaki karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

“Untuk tersangka Hendrik ini, sebagai penerima barang dari tersangka Wiko dan Rafi. Sedangkan tersangka Wiko dan Rafi, yakni sebegai kurir dan tersangka Alam yang memberikan perintah kepada Wiko dan Rafi,”bebernya.

BACA: Bandar Narkoba Jaringan Medan Ditembak Mati BNNP Lampung

Dikatakannya, tersangka Alam ini, merupakan pengedar besar sabu yang dikendalikan oleh seorang narapidana (Napi) penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Lampung. Dari penangkapan keempat tersangka, petugas menyita barang bukti sabu-sabu seberat 6 kilogram, dua pucuk senjata api organik jenis FN, satu unit mobil, satu unit sepeda motor, empat unit ponsel dan barang bukti lainnya.

“Barang bukti dua pucuk senpi organik jenis FN, disita dari tersangka Alam dan Wiko. Sedangkan barang bukti sabu-sabu seberat 6 kilogram, disita dari tangan tersangka Hendrik,”ungkapnya.