Beranda Hukum Narkoba Kasus Bisnis Sabu dan Ekstasi, BNNP Geledah Rumah Dinas Kepala Lapas Kalianda

Kasus Bisnis Sabu dan Ekstasi, BNNP Geledah Rumah Dinas Kepala Lapas Kalianda

1025
BERBAGI
Petugas BNNP Lampung menggeledah rumah Kepala Lapas Kalianda, Jumat (11/5/2018).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, melakukan penggeledahan di rumah dinas (Rumdis) Kepala LP Kelas II A Kalianda, Muchklis Adjie yang berada di samping Lapas, Jumat 11 Mei 2018 sore. Selain rumah dinas Kepala LP Kalianda, petugas BNNP Lampung juga memeriksa dua tempat kos sipir jaga.

Penggeledahan tersebut, merupakan tindak lanjut hasil pengembangan dari penangkapan terhadap empat tersangka pengedar narkoba yang dikendalikan Napi Lapas Kalianda, dengan menyita barang bukti 5 kilogram sabu-sabu dan 5.100 butir pil ekstasi, pada Minggu 6 Mei 2018 lalu sekitar pukul 12.30 WIB.

Kasus tersebut, melibatkan oknum anggota polisi Polres Lampung Selatan, sipir Lapas Kalianda, Napi penghuni Lapas Kalianda dan satu warga sipil Hendri Winata yang tewas ditembak saat dilakukan penangkapan.

Pantauan teraslampung.com, petugas BNNP Lampung yang dipimpin oleh Plt Kabid Pemberantasan BNNP, Lampung Richard P. L Tobing bersama enam anggotanya, langsung masuk ke dalam rumah dinas Kepala LP Kalianda yang berada di samping Lapas Kelas II A Kalianda. Para petugas langsung menggeledah seluruh isi ruangan rumah yakni dua kamar tidur, ruangan dapur dan sebuah gudang yang lokasi terletak tepat berada di samping Lapas Kalianda.

BACA: BNNP Lampung Tembak Mati Pengedar Narkoba, Oknum Polisi- Sipir-Mantan Anggota Polisi Juga Ditembak

“Sebelum melakukan penggeledahan di rumah dinas Kepala LP Kalianda ini, kami melakukan pemeriksaan terlebih dulu terhadap Kepala LP Kalianda di kantor BNN Kabupaten Lampung Selatan. Selain itu juga, kami periksa dua sipir yang berjaga pada malam itu,”kata Plt Kabid Pemberantasan BNNP Lampung, Richard P. L Tobing saat ditemui di lokasi penggeledahan, Jumat 11 Mein 2018.

Dikatakannya, penggeledahan yang dilakukannya ini, merupakan pengembangan dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka untuk mengusut dan mencari bukti lain atas dugaan keterlibatan Kepala LP Kalianda terkait peredaran narkoba yang dikendalikan oleh Napi penghuni Lapas, Marzuli yang ditangkap bersama oknum sipir, Rechal Oksa Hariz dan tersangka lainnya, Brigadir Adi setiawan dan Hendri Winata pada Minggu 6 Mei 2018 lalu sekitar pukul 12.30 WIB.

“Untuk barang bukti yang diamankan dari hasil penggeledahan ini, berupa lembaran foto copy buku rekening BCA, BNI, BRI dan Mandari milik Kepala Lapas. Kami akan menyelidikinya, ada tidaknya mengenai aliran dananya tersebut,”ujarnya.

Richard mengungkapkan, pada Sabtu lalu, satu buah brankas berisi narkoba masuk ke dalam Lapas Kalianda dan diterima oleh sipir jaga, Rechal. Lalu brankas itu diberikan oleh oknum sipir kepada salah seorang napi kasus narkotika, Marzuli. Kemudian Minggu dinihari Sekitar pukul 02.00 WIB, narkoba yang disimpan di dalam brankas keluar dari Lapas sudah menjadi beberapa paketan.

“Barang haram itu dibawa keluar Lapas, lalu kita melakukan penyergapan di sebuah Home stay Green Lubuk pada Minggu siangnya. Dalam penangkapan itu, kami menyita 5 kg sabu dan 5.100 butir pil ekstasi siap edar,”ungkapnya.

Dalam penangkapan itu, lanjut Richard, selain menyita barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi, pihaknya juga mengamankan oknum polisi Brigadir Adi setiawan dan Hendri Winata salah satu pengedar yang tewas setelah ditembus peluru panas karena berupaya melawan saat penangkapan. Tidak sampai disitu saja, pihaknya melakukan pengembangan dan kembali menangkap oknum sipir, Rechal dan seorang Napi, Marzuli.

BACA: Rumahnya Digeledah BNNP, Ini Tanggapan Kepala Lapas Kalianda

“Kita masih terus kembangkan kasus ini, berdasarkan hasil pemeriksaan pengiriman paket narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas oleh napi Marzuli, sudah dua kali terjadi pengiriman,”terangnya.

Loading...