Beranda Hukum Korupsi Korupsi Dinas PUPR Lamsel, Agus BN Divonis Empat Tahun Penjara

Korupsi Dinas PUPR Lamsel, Agus BN Divonis Empat Tahun Penjara

387
BERBAGI
Agus BN (kemeja hijau) dalam sidang di Pengadian Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 28 Maret 2019. Majelis hakim memvonis Agus BN empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

TERASLAMPUNG.COM — Majelis hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang memvonis Agus Bhakti Nugroho atau Agus BN 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta, Kamis, 28 Maret 2019. Majelis hakim menyatakan mantan orang kepercayaan Bupati Lampung Selatan (nonaktif) Zainudin Hasan itu terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Dinas PUPR) Lampung Selatan.

BACA: Sidang Agus BN, Fee Proyek di Dinas PUPR Lamsel Hampir 50 Persen

Saat membacakan vonis, Ketua Majelis Hakim, Mansyur, menyatakan terdakwa teebukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi melanggar Pasal 12 huruf a Undang undang nomor 31/ 1999 perubahan Undang undang nomor 20/2001 tentang pembeeantasan korupsi jo Pasal 55 ayat (1) dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Jika terdakwa tidak.bisa memvayar denda Rp 200 juta, maka akan diganti oleh 4 bulan kurungan,” kata Hakim Mansyur.

Menurut hakim, hal hal yang memberatkan terdakwa adalah terdakwa merusak dan mencederai negara yang sedang giat memberantas  korupsi, kolusi dan nepotisme. Terdakwa juga tidak mendukung program pemerintah pemberantasan korupsi.

Sedangkan hal yang meringankan di antaranya terdakwa bersikap kooperatif dalam penyidikan dan di persidangan. Tterdakwa juga membantu KPK untuk membantu mengungkap kasus sebagai justice colabolator.

BACA: Sampaikan Pledoi, Agus BN Menangis di Persidangan

Sementara itu, saat t dibacakan vonis, terdakwa Agus BN yang mengenakan baju batik warna hijau hanya tertunduk lesu.
Meskipun begitu,  terdakwa dan pengacara mengaku menerima putusan hakim tersebut.

“Saya terima Pak Hakim,” kata Agus.

Sidang yang seharusnya dimulai pukul 10.00 Wib, mulur hingga Pukul 12.45 WIB. Hal ini disebabkan terdakwa yang hadir juga terlambat tiba di pengadilan.

 

Mas Alina Arifin

Loading...