Beranda Hukum Kriminal KSKP Panjang Gagalkan Penyelundupan 2,5 Ton Daging Celeng Ilegal

KSKP Panjang Gagalkan Penyelundupan 2,5 Ton Daging Celeng Ilegal

246
BERBAGI
Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono (kedua dari kiri) bersama Kepala KSKP Panjang, Iptu Ferdiansyah menunjukkan barang bukti daging celeng ilegal yang diamankan di pintu masuk Pelabuhan Panjang, Minggu (21/5/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Panjang dan Satgas Pangan Polresta Bandarlampung, menggagalkan penyelundupan 2,5 ton daging celeng ilegal asal Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan saat di pintu masuk Pelabuhan Panjang, Sabtu (20/5/2017) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Polisi juga menangkap dua orang pelaku yang membawa daging tanpa dilengkapi dokumen resmi tersebut.

Kedua pelaku tersebut adalah Sondang Sinaga (23), warga Kampung  Cinta Damai, Kelurahan Pematang Panjang Kota Lima Puluh, Medan, Sumatera Utara dan Januardi Silitonga (22), warga Desa Onan Rungu 2, Kecamatan Sipahutar, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Murbani Budi Pitono mengatakan, petugas menemukan 2,5 ton daging celeng yang tidak dilengkapi dokumen resmi tersebut, di dalam bak mobil truk colt diesel plat nomor D 8242 SK yang dikemudikan oleh Sondang dan Januardi yang di atasnya ditutupi kardus bekas.

“Kedua pelaku akan membawa daging celeng ilegal tersebut ke Solo, Jawa Tengah, melalui jalur tol laut Pelabuhan Panjang-Tanjung Priok,”ujarnya, saat menggelar ekspos kasus tersebut, di Mapolresta Bandarlampung, Minggu (21/5/2017).

Dikatakannya, pengungkapan 2,5 ton daging celeng ilegal tersebut, hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan petugas KSKP Panjang bersama Satgas Pangan Polresta Bandarlampung di pintu masuk dan keluar Pelahuhan Panjang, antisipasi masuknya kendaraan, muatan serta barang-barang yang akan melakukan penyeberangan melalui jalur tol laut Pelabuhan Panjang-Tanjung Priok.

“Barang bukti 2,5 ton daging celeng tersebut, dikemas di dalam plastik lalu dimasukkan ke dalam 40 karung besar. Masing-masing karung seberat 60 kilogram,”ungkapnya.

Sebelumnya, pada 12 Mei 2017 lalu Tim gabungan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni bersama Satgas Pangan Polres Lampung Selatan, menggagalkan penyelundupan 2,3 ton daging celeng (babi hutan). Daging celeng tersebut, disita dari kendaraan truk colt diesel BE 9551 GO di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Kamis (11/5/2017) sekitar pukul 19.30 WIB.

Petugas, mengamankan dua orang pelaku yang membawa daging celeng tersebut. Keduanya adalah, sopir Iwan (25), warga Desa Pulung Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat dan Ali Mustofa (28), warga Desa Rejo Asri, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah.

BACA: Penyelundupan 2,3 Ton Daging Celeng Lewat Pelabuhan Bakauheni Digagalkan Tim Gabungan

Dua bulan sebelumnya, tepatnya pada 9 Maret 2017 penyelundupan daging celeng melalui jalut tol laut Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, juga berhasil digagalkan

Petugas Kepolisian Sektor Khusus Pelabuhan (KSKP) Panjang, saat itu menyita 3 ton daging celeng (babi hutan) dari kendaraan truk kol disel  warna hijau nomor polisi BE 8426 KC, Kamis (9/3/2017), sekitar pukul 08.30 WIB.

Daging celeng tersebut akan dibawa ke Jakarta melalui jalur tol laut Pelabuhan Panjang menuju Tanjung Priok.

BACA: Mapas! Tiga Ton Daging Celeng Gagal Diselundupkan Lewat Pelabuhan Panjang

Polisi juga menangkap dua orang yang membawa daging celeng tersebut, Julihar Aritonang (38) warga Jalan PT Adel, Kelurahan Semunai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis Riau dan Andilaw (26) warga RT 002 Desa Bakauheni, Lampung Selatan.

Loading...