Beranda Hukum Ledakan di Bandarlampung, Polda Lampung Tetapkan Mustofa sebagai Tersangka

Ledakan di Bandarlampung, Polda Lampung Tetapkan Mustofa sebagai Tersangka

644
BERBAGI
Puluhan polisk melakukan olah TKP di lokasi terjadinya ledakan di Kelurahan Gedongair, Bandarlampung.

TERASLAMPUNG.COM — Polda Lampung menetapkan Mustofa Zailani sebagai tersangka peledakan di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Minggu(24/9/2017).

Menurut Kapolda Lampung Inspektur Jenderal (Irjen) Pol.Suroso Hadi Siswoyo, Mustafa Zailani ditetapkan sebagai tersangka karena dari penyelidikan dia adalah orang yang mempunyai atau meracik bahan peledak di dalam rumah. Rumah tempat bom itu meledak hanya berjarak 10 meter dari Polsek Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

“MZ telah ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan bahan peledak. Indikator barang bukti yang ditemukan ditemukan sedang didalami Densus 88 bahwa memang pelaku arahnya memang praduga teroris,” kata Kapolda, dalam ekspos perkara,  di Mapolda Lampung, Senin (25/9)/2017.

Irjen Suroso mengaku pihaknya masih mendalami kasus ini.

“(Kami)  belum bisa memberitahukan apakah pelaku terlibat dalam jaringan teroris atau tidak. Buku-buku yang didapat merupakan buku panduan jihat. Namun, indikator tersebut masih didalami. Jadi kita tunggu perkembangan selanjutnya,” katanya.

BACA: Suara Ledakan Keras Seperti Bom Gegerkan Warga Gedongair Bandarlampung

Irjen Suroso mengatakan, awalnya ledakan keras yang menghebohkan warga Kelurahan Gedongair itu diduga ledakan  tabung gas. Dalam ledakan itu, istri tersangka bernisial UY menjadi korban ledakan. Korban mengalami luka bakar akibat serpihan bahan peledak.

“Petugas lalu melakukan penyelidikan dan Olah TKP didapatkan keterangan saksi-saksi sudah dilakukan pemeriksaan termasuk MZ (52), sementara saksi yang masih dalam pemeriksaan yaitu saksi korban UY (42) yang kini masih dalam perawatan di RS Bhayangkara Polda Lampung,” katanya.

Polisi kemudian menyita barang bukti berupa diduga bahan peledak dan barang bukti lain seperti detonator. Barang bukti itu didapat dari dua lokasi, yaitu di Jalan Ikan Sepat Telukbetung Selatan dan di sekitar rumah pelaku.

“Lokasi pertama di Jalan Budi Utomo Tanjung Karang Barat tempat istri kedua dan di Jalan Ikan Sepat tempat Istri pertama dan ada temuan beberapa seperti buku, alkohol dan sebagainya, barang bukti sudah dikumpulkan oleh Polda Lampung. Ada juga bungkusan-bungkusan yang sedang dilakukan pendalaman,” jelasnya.

BACA: Tim Gabungan Polda Lampung Gerebek Rumah Terduga Teroris di Telukbetung Selatan

Atas perbuatan tersangka, polisi menjerat pasal 1ayat 1 Undang-undang darurat nomor 12 tahun 51 tentang kepemilikan bahan peledak dengan ancaman pidana paling ringan penjara seumur hidup dan paling berat pidana hukuman mati.