Beranda Hukum Kriminal Pelaku Perampokan dan Pembunuhan di Kemiling Roboh Ditembak Polisi

Pelaku Perampokan dan Pembunuhan di Kemiling Roboh Ditembak Polisi

1375
BERBAGI
Kapolsekta Tanjungkarang Barat, Kompol Harto Agung Cahyono bersama Tim Tekab 308 Polsekta Tanjungkarang Barat saat membawa Joko Suwarno, tersangka pencurian dan pembunuhan terhadap korban kakak iparnya sendiri, Bejo, ke Mapolresta Bandarlampung.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Joko Suwarno (37), pelaku perampokan dan pembunuhan Bejo, warga Jalan Mata Air, Kelurahan Pinang Jaya, Kemiling, Bandarlampung pada  Jumat (16/6/2017) dinihari, roboh setelah kedua kakinya ditembak polisi, Jumat petang (16/6/2017.

Joko ditembak dalam penyergapan yang dilakukan Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polsekta Tanjungkarang Barat bersama Polresta Bandarlampung/

Tim gabungan menyergap warga Kelurahan Pinang Jaya, Kemiling, Bandarlampung di tempat persembunyiannya sekitar pukul 16.00 WIB.

BACA: Pelaku Perampokan dan Pembunuhan di Kemiling Ternyata Adik Ipar Korban

“Ya Joko ini, pelaku perampokan dan pembunuhan korban Bejo di Pinang Jaya, Kemiling. Pelaku tinggal satu kelurahan dengan korban,”ujar salah seorang petugas kepada teraslampung.com, Jumat (16/6/2017) sore.

Menurutnya, pelaku ditembak karena saat akan ditangkap melawan petugas dan berusaha melarikan diri. Petugas terpaksa melumpuhkan kedua kaki pelaku, dengan timah panas.

Diketahui, Bejo (48) menjadi korban pembunuhan oleh pelaku perampokan yang terjadi di rumahnya sendiri di Jalan Mata Air, Kelurahan Pinang Jaya, Kemiling, Jumat (16/6/2017) dinihari. Korban Bejo tewas setelah dihantam dengan balok kayu oleh pelaku, karena memergoki pelaku sedang melakukan aksi pencurian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun teraslampung.com, pelaku pembunuhan korban Bejo, sempat mengambil barang-barang berharga dari dalam rumah korban.

BACA: Ini Alasan Joko Mencuri dan Membunuh Kakak Iparnya Sendiri

Peristiwa tersebut sempat dilihat oleh anak korban berinisial BK yang masih berusia 12 tahun. Awalnya pada Jumat sekitar pukul 00.00 WIB, anak korban BK mendengar adanya suara gaduh di dalam rumahnya. Saat itu, kondisi lampu di rumahnya keadaan padam. Sementara, lampu listrik di rumah tetangganya tidaklah padam.

Diduga pelaku pembunuhan tersebut, telah menurunkan termis (meteran) listrik yang ada di rumah korban. Ditengah kegelapan itu, BK melihat orang menyalakan cahaya dari sebuah senter didalam rumahnya. Orang itu, akan mencuri di rumah korban. Lalu pelaku menyenter korban Bejo, yang kebetulan saat itu berada di dalam rumah dan memergoki pelaku.

Karena dipergoki korban Bejo, pelaku langsung memukuli Bejo dengan balok kayu hingga korban terkapar di lantai. Sebelum kabur, pelaku sempat masuk ke dalam kamar anak korban lainnya bernama Wulan Aryani (26). Di dalam kamar tersebut, pelaku mengambil tas dan barang-barang berharga lainnya.

Ditengah kegelapan dalam rumahnya, anak korban bernama BK mendengar suara orang mengorok. Karena tidak berani melihat, saat itu juga BK berlari keluar rumah meminta pertolongan menuju ke rumah kerabatnya yang berada tidak jauh dari rumah korban. Saat lampu rumah korban dinyalakan, kerabat korban serta tetangganya melihat Bejo sudah terkapar dilantai dengan kondisi kepala korban sudah berlumuran darah.

Saat itu juga kerabat korban dan juga tetangganya, membawa korban Bejo ke Rumah Sakit Bintang Amin untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sampainya di Rumah Sakit, nyawa Bejo tidak dapat diselamatkan.

Loading...