Beranda Hukum Kriminal Pembunuhan Karyawan Universitas Malahayati, Camelia Terancam Penjara Seumur Hidup

Pembunuhan Karyawan Universitas Malahayati, Camelia Terancam Penjara Seumur Hidup

249
BERBAGI
Terdakwa Kamelia Titian alias Camelia terdakwa pembunuhan terhadap Kabag Kepegawaian Unimal, Sofyan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Senin (30/11).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Terdakwa pelaku Pembunuhan terhadap M. Sofyan, Kepala Bagian Kepegawaian Universitas Malahayati (Unimal) Lampung, Kamelia Titian alias Camelia (26) didakwa dengan pasal berlapis dan terancam hukuman penjara seumur hidup,  dalam sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (30/11).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sayekti Chandra mengatakan, pihaknya mendakwa warga Jalan Gatot Subroto, Telukbetung Selatan, Bandarlampung itu dengan tiga pasal berlapis. Sebab, tindakan yang dilakukan terdakwa dilakukan berdasarkan satu pasal yang memunculkan pasal lainnya hingga menyebabkan  korban meninggal dunia.

“Kami dakwa dengan Pasal 338 KUHP, 339 KUHP dan 365 KUHP,”kata Sayekti, Senin (30/11).

BACA: Tersangka Pembunuh Pegawai Universitas Malahayati Ditangkap di Karawang

Menurutnya, pihaknya pun berencana akan menuntut terdakwa Camelia dengan ancaman seumur hidup berdasarkan tiga pasal berlapis yang dikenakannya itu.

“Ancaman hukuman bisa sampai seumur hidup, tapi nanti yang memutuskan tetap hakim,”ungkapnya.

Dalam dakwaannya, Sayekti menjelaskan, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada bulan Juni 2015 lalu. Dimana, terdakwa melalui pesan blackberry mesengernya mengajak korban bertemu ditempat kosnya di daerah Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan.

Kemudian terdakwa mengatakan kepada korban bahwa dirinya sedang butuh uang untuk membayar kosan sebesar Rp1 juta. Korban mau membantu terdakwa asalkan dengan syarat, terdakwa mau diajak bersetubuh dengannya (korban).

“Camelia menyetujui permintaan korban, setelah itu terdakwa mengubungi pacarnya, Ahmad Dadi Pracipta, seorang anggota TNI AD. Bahwa ada yang mau meberi uang dengan syarat mau diajak berhubungan intim layaknya suami istri, Dadi memperbolehkan dengan syarat tidak boleh lama,”ujarnya.

BACA: Beginilah Cara Camelia Menghabisi Nyawa Karyawan Universitas Malahayati

Selanjutnya, terdakwa dan korban berhubungan intim layaknya suami istri. Lalu terdakwa meminta uang yang sudah dijanjikan korban sebelumnya. Namun, korban tidak membawa uang tunai dengan alasan tidak membawa dompet. Korban akan mentransfer uangnya ke rekening, namun terdakwa maunya uangnya langsung diberikan langsung.

“Takut sofyan pergi, Camelia menelpon Dadi dan memberitahukan bahwa Sofyan tidak mau bayar. Dadi datang ketempat kosan Camelia, kemudian Dadi menggeledah saku celana Sofyan tapi tidak menemukan uang. Karena kesal, Dadi langsung meninju wajah Sofyan hingga berkali-kali,”kata
Sayekti.

Camelia keluar dari kamar kos untuk melihat situasi, dan melihat ada kayu balok yang tergeletak diluar. Balok kayu itu, langsung diambil Camelia dan dipukulkan ke kepala Sofyan bagian depan hingga akhirnya Sofyan jatuh tersungkur dengan bersimbah darah.

BACA: Pembunuhan Pegawai Universitas Malahayati, Tujuh Fakta dan Cinta Segitiga

Dadi mengingkat tangan Sofyan dengan tali tambang jemuran dan menutup mulut Sofyan menggunakan lakban hitam. Setelah itu, Dadi menutupi tubuh korban dengan seprai. Dadi kemudian melompat dari atas kasur, lalu menginjak tubuh Sofyan sebanyak dua kali hingga korban meninggal
dunia.

“Setelah itu, Camelia dan Dadi pergi meninggalkan Sofyan di kamar kos. Keduanya pergi dengan membawa tiga buah ponsel dan satu unit mobil milik Sofyan,”jelasnya.

BACA JUGA: Inilah Menit ke Menit Pembunuhan Karyawan Universitas Malahayati