Beranda News Wisata Semalam di Liverpool

Semalam di Liverpool

457
BERBAGI
Numpang nampang di kawasan Albert Doc.

Oki Hajiansyah Wahab

Liverpool adalah kota terakhir yang saya kunjungi sebelum kembali ke London. Kota ini berjarak satu jam menggunakan kereta api dari kota sebelumnya yang saya kunjungi yakni Lancaster. Awalnya saya bimbang apakah akan memilih transit di Manchester atau Liverpool sebelum beranjak ke Lonon karena keduanya sama dekatnya dari Lancester. Akhirnya saya putuskan untuk memilih Liverpool sebagai kota transit semalam sebelum kembali ke London.

Liverpool sendiri adalah kota dengan bangunan –bangunan tua yang indah yang terletak di di bagian barat laut Inggris. Pada akhir abad ke-19, Liverpool telah dikenal sebagai “Pelabuhan Kedua Kerajaan Britania” karena mengendalikan jumlah kargo paling banyak kedua setelah London. Albert Dock sendiri pertama kali kali dibuka oleh Prince Albert, suami Ratu Victoria kala itu.

BACA: Lancaster dan Seekor Capung Merah

Kawasan kota tua bersejarah di Liverpool saya nikmati hanya dengan berjalan kaki di Albert Dock sembari menikmati keindahan sore di pinggir Sungai Mersey. Sungai Mersey sendiri sejak dulu memainkan peranan penting bagi Liverpool yang berpredikat sebagai kota pelabuhan di Inggris. Sungai ini menjadi jalur pelayaran transatlantik yang menghubungkan daratan Inggris dengan pulau tetangganya Irlandia.

Saya di kawasan Albert Doc.

Sembari menikmati smilir angin di kawasan Albert Dock kita bisa menikmati suasana dermaga dengan air dan burung-burung yang melintas . Kawasan Albert Dock sendiri merupakan sebuah kompleks dermaga kapal dan gudang yang terletak di Edward Pavilion, Liverpool. Dermaga yang dibuka pada tahun 1800an ini merupakan bangunan pertama di Britania Raya yang dibangun tanpa menggunakan kayu, tetapi menggunakan batu, besi dan batu bata.

Pada masanya semua kapal yang berlabuh dapat membongkar muatan mereka langsung ke gudang masing-masing. Saat Perang Dunia II terjadi, dermaga ini pun mengalami kerusakan parah dan harus ditutup total. Albert Dock akhirnya kembali dibuka pada tahun 1984 setelah sepuluh tahun direnovasi dan telah ditetapkan menjadi situs Warisan UNESCO.

Bicara Liverpool rasanya tak lengkap jika tidak membicarakan The Beatles. kelahiran band legendaris ini. Di kota ini kita bisa melakukan napak tilas perjalanan karir mereka. Band yang memiliki personel John Lennon, George Harrison, Paul McCartney, dan Ringo Starr lahir dan berkembang di kota ini sampai akhirnya dianggap sebagai salah satu band paling berpengaruh sepanjang sejarah dunia musik. Karir The Beatles sendiri bermula dari sebuah kelab bernama The Cavern, yang terletak di Mathew Street, Liverpool. Perlahan The Beatles menapaki popularitasnya sebagai band .

Saya di depan patung The Beatles

Kota Liverpool sendiri dengan bangga memajang patung perunggu The Beatles hasil karya pematung Andy Edwards. Ide pembutaan patung ini sendiri berasal dari Direktur Castle Fine Art Foundry Ltd, Chris Butler.Patung seberat 1.2 ton tersebut kini menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke Liverpool. Warga Liverpool amat bangga dengan The Beatles. Band yang personelnya berasal dari keals pekerja itu berhasil menggangkat nama Liverpool ke mata dunia.

BACA: Ziarah ke Makam Karl Marx dan Adam Smith

Meski saya sendiri bukan fans The Beatles saya merasa tetap akan bahagia berada di kota The Beatles Story sendiri merupakan museum yang didedikasikan untuk mengenang band fenomenal tersebut. Museum yang terletak di 2 tempat, yaitu di Albert Dock dan Pier Head. Museum yang terletak di Albert Dock pertama kali dibuka pada tahun 1990. Sedangkan museum yang terletak di Pier Head dibuka pada tahun 2009. Bagi Anda para Beatlemania, mengunjungi Liverpool tentu akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

The Beatles Story

Selain The Beatles masih banyak musisi terkenal lainnya seperti Ladytron, The Zutons, Atomic Kitten, Heidi Range dan Rebecca Ferguson yang tumbuh di kota ini. Tak salah kiranya bila UNESCO menobatkan Liverpool sebagai European Capital of Culture di tahun 2008.

Selain dikenal sebagai kota musik, pelabuhan dan sepakbol, Liverpool juga merupakan kota yang penuh dengan hiburan malam. bisa mengunjungi bar, pub, klub malam, arena live musik dan klub komedi setiap harinya.

Satu hal yang amat saya sesali adalah tak memiliki cukup waktu untuk mengunjungi Anfield yang notabene merupakan markas klub legendaris Liverpool FC. Meski demikian saya bersyukur bisa sejenak menyelami sejarah kota tua penuh pesona tempat lahirnya para legenda. Akhirnya , You’ll Never Walk Alone dan doakan saya kembali.***

*Dr. Oki Hajiansyah Wahab adalah peneliti, pekerja sosial, dan staf pengajar di Universitas Muhmmadiyah Metro, Lampung

Loading...