Sidang Pembunuhan Pegawai Unimal, Istri Sofyan Berikan Surat dan Mukena untuk Camelia

  • Bagikan
Terdakwa Camelia mendengarkan vonis hakim di PN Tanjungkarang, Selasa (23/2/2016).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Ada pemandangan tidak biasa dalam persidangan kasus pembunuhan Kabag Kepegawaian Universitas Malayahati, di PN Tanjungkarang, Selasa (23/2/2016).

Dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan vonis itu, sebelum persidangan dimulai pihak keluarga korban pembunuhan Sofyan sempat meminta izin kepada majelis hakim yang dipimpin Akhmad Lakoni untuk memberikan bingkisan kepada terdakwa Kamella alias Camelia. Bingkisan tersebut diberikan kerabat korban yaitu Tuti Usman.

Menurut Tuti, bingkisan itu adalah sebuah surat dan mukena yang diberikan Nia Triswanti, istri korban. Setelah berkesempatan memberikan bingkisan, persidangan pun kemudian dimulai dengan agenda pembacaan putusan.


SIMAK: Bunuh Pegawai Universitas Malahayati, Camelia Divonis 10 Tahun Penjara

Usai persidangan, Tuti menjelaskan bingkisan yang diberikan istri korban tersebut adalah sebuah surat dan mukena. Bingkisan tersebut diberikan agar terdakwa dapat menyadari perbuatannya yang telah merugikan keluarga korban.

“Kami keluarga sudah ikhlas dengan kepergian Sofyan itu dan bingkisan itu agar dia sadar atas perbuatannya,”ujarnya.

Sementara itu, ibu terdakwa Camelia yang juga turut menghadiri persidangan menyambut baik bingkisan yang diberikan kepada anaknya itu. Menurutnya, dengan mukena yang diberikan keluarga korban, dapat membuat Kamelia bertaubat dan memperbaiki kesalahannya.

BACA: Pembunuhan Pegawai Universitas Malahayati: Tujuh Fakta dan Cinta Segitiga

“Saya menaruh simpati kepada keluarga korban, sebenarnya saya juga ingin bersilaturahmi kepada keluarga korban. Karena yang namanya manusia, tidak luput dari kesalahan,”ungkap wanita yang tidak ingin menyebutkan namanya itu.

Menanggapi hukuman 10 tahun yang diberikan pada anaknya itu, dia menganggap hukuman tersebut masih terbilang tinggi untuk Camelia. Sebab, dirinya menilai anaknya itu juga merupakan korban dari adanya persetubuhan dengan Sofyan.

“Hukuman itu tinggi, karena anak saya ini juga korban, karena anak saya ini sudah disetubuhi dan seharusnya yang mendapatkan hukuman berat itu adalah Dadi,” ungkapnya sembari menangis.

BACA: Jadi Tersangka Pembunuhan Karyawan Universitas Malahayati, Oknum TNI AD Jalani Sidang Militer

Diberitakan sebelumnya, Camelia bersama Ahmad Dadi Pracipto melakukan pembunuhan terhadap Kepala Personalia Universitas Malahayati Sofyan. Pembunuhan tersebut dilandasi karena rasa sakit hati Kamelia yang tidak diberikan uang yang telah dijanjikan Sofyan setelah bersetubuh.

BACA: Ini Alasan Camelia Membunuh Pegawai Universitas Malahayati

  • Bagikan