Beranda News Pemilu 2019 Tidak Dapat Kertas Suara, Zainudin Hasan Marah Besar di TPS Lapas Rajabasa

Tidak Dapat Kertas Suara, Zainudin Hasan Marah Besar di TPS Lapas Rajabasa

292
BERBAGI
Zainudin Hasan marah di TPS Lapas Rajabasa, Lampung karena saat ia akan mencoblos kertas suara sudah habis.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tidak mendaptkan kertas suara untuk menentukan hak pilihnya sebagai warga negara indonesia, Bupati non aktif lampung Selatan, Zainudin Hasan terpidana korupsi fee proyek marah-marah di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15 khusus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rajabasa, Bandarlampung, Rabu (17/4/2019).

Adik kandung Ketua MPR RI Zulkifli Hasan itu mengamuk saat akan memberikan hak politiknya di TPS 15 khusus Lapasa Rajabasa, Bandarlampung, Rabu pagi. Zainudin emosi karena ia tdak kebagian kertas suara saat akan mencoblos lantaran kertas suara habis. Padahal pelaksanaan pemilihan tersebut, baru saja berjalan dan menunjukkan sekitar pukul 10.00 WIB.

BACA: Bupati Lamsel Nonaktif Zainudin Hasan “Mengamuk” di Lapas Rajabasa, Ini Tanggapan KPU

Kecewa dengan kinerja petugas PPS dan penyelenggara Pemilu seperti KPU Lampung dan Bawaslu Bandarlampung, saat itu juga Zainudin Hasan langsung mengeluarkan kata-kata keras dihadapan Ketua Bawaslu Bandarlampung, Candrawansyah yang saat itu hadir di TPS Lapas Rajabasa dan juga penyelenggara Pemilu (PPS) yang bertugas di Lapas Rajabasa.

“Saya tidak takut dengan siapapun! Boleh saya dituntut tinggi tapi jangan mainkan hak saya. Saya hanya takut sama Allah SWT karena hidup di dunia ini hanya sebentar 60-70 tahun. Jadi saya ingatkan ya! Saya tidak takut sama siapapun. Saya kecewa, kecewa dengan KPU Lampung ini dan saya minta Bawaslu memperhatikan ini, mana ini Bawaslu,” kata Zainudin dengan nada keras sembari memegang kertas hak pilihnya.

Sontak saat itu juga, pernyataan Zainudin mendapatkan dukungan dari puluhan napi yang ada di lokasi TPS khusus Lapas Rajabasa langsung berupa sorakan dan tepuk tangan.

Di hadapan Ketua Bawaslu Bandarlampung, adik kandung Ketua MPR RI Zulkifli Hasan ini kembali meluapkan kekesalannya.

“Betul saya sudah terdaftar dan semalam dipanggil untuk memilih atau mencoblos, masak ini baru jam 10.00 WIB pagi kertas suara sudah tidak ada dan ini juga tidak semua orang memilih disini (TPS Khusus Lapas Rajabasa),”kata Zainudin.

Saat itu juga, Ketua Bawaslu Bandarlampung, Candrawansyah memberikan penjelasan kepada Zainudin Hasan mengenai teknis dan aturan.

“Pak sebentar aturan kita kan ada, mereka ini yang masuk dalam DPT maka 2,5 persen masuk DPT. Tapi masuk dalam DPTB maka yang DPTB diambil dari yang berapa persen tadi,”jawab Chandra

Namun Zainudin tidak terima dengan penjelasan Bawaslu tersebut. Zainudin menuding para petugas penyelenggara Pemilu baik KPU maupun Bawaslu tidaklah netral.

“Wah anda sebagai Bawaslu sudah memihak ini, dan gak bener saudara. Bahwa seluruh warga negara Indonesia berhak memilih, hadapkan kepada saya siapapun orangnya dan saya gak ada takutnya karena ini negara demokrasi. Jangan mentang-mentang kami ini dianggap napi, jelas itu jelas,”ucap Zainudin sembari menunjuk-nunjuk dengan suara keras.

Saat itu juga para napi yang juga belum mendapatkan hak suaranya untuk ikut mencoblos langung riuh dan bersorak. “Hu….hu…. betul itu pak, betul,”sahut para napi.

Zainudin pun sembari menunjukkan kertas yang dipeganggnya mengatakan kepada para napi lainnya “banyak gak yang belum mencoblos,” kata Zainudin.

Lantas para napi pun menjawab, “banyak, masih banyak,”ucap para napi tersebut.

Kemudian petugas PPS Rajabasa, Zahra Aulia, salah seorang perempuanpetugas PPS TPS Khusus Lapas Rajabasa, memberikan penjelasan kepada Zainudin.

“Setiap yang sudah mendaftar bisa memilih (mencoblos), jam berapa pun kami terima pak,”ucap Zahra dengan suara yang tersendat karena menahan tangis.

BACA: Video Bupati Lampung Selatan Nonaktif Zainudin Hasan Marah Besar di Lapas Rajabasa

Tapi adik kandung Ketua MPR RI tersebut, tidak mau menanggapi penjelasan dari petugas tersebut.

“Saya gak perlu penjelasan anda yang lain-lain, yang saya tanya jam berapa saya bisa memilih itu saja,”kata Zainudin

Zahra pun kembali menjawab ucapan Zainudin Hasan. “Setengah jam lagi pak, mudah-mudahan kertas suaranya datang,”kata Zahra.

“Ok saya tunggu 30 menit lagi saya datang lagi ke TPS ini,”jawab Zainudin dengan nada kesal sembari pergi.

Diketahui, sebanyak 1.130 penghuni Lapas Rajabasa dan yang memiliki hak pilih sebanyak 352 orang. Namun pada pukul 10.00 WIB, surat suara warga binaan hanya bisa memberikan hak suaranya untuk pemilihan Presiden saja. Pencoblasan itu akan dilanjutkan, setelah kelebihan surat suara dari TPS terdekat datang.

Zainudin Hasan menjadi penghuni Lapas Rajabasa setelah terkena OTT KPK, beberapa waktu lalu, terkait dugaan  menerima suap puluhan miliar dalam proyek Dinas PUPR Lampung Selatan. Saat ini Ketua PAN Lampung ini masih menjalani persidangan di pengadilan tipikor Tanjungkarang, Lampung.

BACA JUGA: Ditangkap KPK, Ini Profil Lengkap Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan

Loading...