Beranda Hukum Akhirnya KPK Menyegel Tempat Wisata Tegal Mas

Akhirnya KPK Menyegel Tempat Wisata Tegal Mas

2461
BERBAGI
Pemasangan plang di tempat wisata Pantai Sari Ringgung, Selasa, 6 Agustus 2019.
Pemasangan plang di tempat wisata Pantai Sari Ringgung, Selasa, 6 Agustus 2019.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

PESAWARAN-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bersama tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), KATR/BPN, Polres, Korwas PPNS dan Pemerintah daerah Lampung menyegel jembatan penyeberangan tempat wisata Pulau Tegal Mas di Pantai Marita, Selasa (6/8/2019).

BACA: PT Sari Ringgung Diduga Langgar Pemanfaatan Kawasan Pesisir

Penyegelan dengan memasang papan peringatan itu untuk menghentikan operasional dermaga penyeberangan Sariringgung dan kawasan wisata Pulau Tegalmas sampai semua kewajiban perizinan dan pajak dipenuhi.

Selain Tegal Mas dan Sari Ringgung, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan rombongan juga menyambangi Pantai Marita dan  Pelabuhan Panjang.

“Penghentian khususnya terkait kegiatan penyeberangan dari dermaga reklamasi di Pantai Ringgung karena menganggu keramba jaring apung-KJA di zona budidaya. KLHK dan KKP memasang plang (papan) larangan beraktivitas,”kata Ketua Tim Koordinator Supervisi dan Pencegahan (Korsubgah) KPK wilayah III, Dian Patria, Selasa (6/8/2019).

Pemasangan plang di tempat wisata Pantai Sari Ringgung, Selasa, 6 Agustus 2019.

Dikatakannya, KPK menjalankan fungsi trigger mechanism sebagaimana diamanatkan UU KPK, yakni untuk mendorong instansi terkait menjalankan tugasnya secara benar di bidang perizinan, tata ruang dan pelayanan publik.

Plang (papan) larangan yang dipasang oleh tim gabungan tersebut bertuliskan; Setiap orang dilarang melakukan apapun diatas area ini, dan area ini dalam penyelidikan PPNS dugaan tindak pidana.

BACA: PT Sari Ringgung Klaim Punya Izin Kelola Pasir Timbul

Diketahui, Pulau Tegal Mas, selain mengangkangi berbagai peraturan perijinan pengelolaan, juga ada masalah mengenai kepemilikan. Pulau seluas 60 hektare tersebut, milik Babay Chalimi yang merupakan konpensasi sita jaminan dari Kohar Wijaya.

Pihak pengelola Pulau Tegal Mas sepertinya menganggap hal itu adalah angin lalu, meski adanya peringatan mengenai perijinan. Dengan alih-alih menyelesaikan ijin, pengelola masih terus melakukan berbagai aktivitas di Pulau Tegal Mas tersebut.

BACA JUGA: Kasus Reklamasi Pantai, Pengelola Pulau Tegal Mas Dilaporkan ke Polda Lampung

Catatan Redaksi: Berita ini diperbaiki judul dan leadnya pada Rabu, 7 Agustus 2019, pukul 02.32 WIB. Semula berita ini berjudul “Akhirnya KPK Menyegel Tempat Wisata Tegal Mas dan  Sari Ringgung”. Berita ini kami perbaiki karena ada data yang tidak akurat. Yang benar: Yang disegel adalah dermaga penyeberangan Tegal Mas yang lokasinya milik Pantai Marita, bukan masuk di kawasan PT Pantai Sari Ringgung.

Kesalahan data tersebut dikhawatirkan akan merugikan pihak PT Sari Ringgung karena berdampak bagi pengunjung.

Loading...