Beranda Hukum Ambil Alih Penanganan Kasus Bentrok Mesuji, Ini yang Dilakukan Polda Lampung

Ambil Alih Penanganan Kasus Bentrok Mesuji, Ini yang Dilakukan Polda Lampung

1588
BERBAGI
Personel gabungan Polisi dan TNI melakukan penjagaan di lokasi kejadian pasca bentrok warga antara dua kelompok di kawasan Regsiter 45, Mesuji, Kamis, 18 Mei 2019.
Personel gabungan Polisi dan TNI melakukan penjagaan di lokasi kejadian pasca bentrok warga antara dua kelompok di kawasan Regsiter 45, Mesuji, Kamis, 18 Mei 2019.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Bentrok warga dari dua kelompok massa di Register 45 Mesuji, yakni kelompok Mekar Jaya Abadi, KHP Register 45 KBM dengan kelompok Mesuji Raya dari Pematang Panggang, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Rabu petang (17/7/2019) menyebabkan tiga orang tewas, satu orang kritis, dan sedikitnya 10 orang luka berat.

BACA: Bentrok di Register 45 Mesuji, Tiga Warga Dikabarkan Tewas

Sehari setelah bentrok, Polda Lampung mengambil alih penanganan kasus tersebut dari Polres Mesuji. Untuk itu, Polda Lampung berkoordinasi dengan Polda Sumsel, Polres Mesuji, Polres OKI, Kodim Mesuji, Kodim OKI, dan didukung Kodam Sriwijaya.

Selain mengevakuasi para korban, aparat polisi dan TNI  juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Mereka berusaha melokalisir  lokasi kejadian agar bentrokan tidak meluas ke daerah lain. Hal itu dilakukan karena dua kelompok itu berasal dari dua daerah yang berbatasan, yakni di  wilayah OKI (Sumsel) dan Mesuji (Lampung).

Para petugas gabungan juga melakukan pengamanan dan tertutup serta mengungsikan sejumlah warga baik perempuan, anak-anak dan manula/lensia ke lokasi yang lebih aman.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan pihaknya bersama Polda Sumatera Selatan, Kapolres dan Dandim OKI, Sumatera Selatan telah berkoordinasi untuk mencegah agar tidak terjadinya konflik susulan serta mendeteksi adanya massa bergeser ke wilayah Mesuji, Lampung.

BACA: Penyelesaian Konflik Register 46 Mesuji akan Libatkan Pemkab OKI

“Berkoordinasi dengan Forkopimda Mesuji untuk recovery keluarga korban meninggal yang akan dimakamkan di wilayah OKI, Sumatera Selatan,”ungkapnya, Kamis (18/7/2019).

Selanjutnya, kata Pandra, polisi melakukan olah TKP dan menemukan tersangka dengan barang bukti yang cukup.

“Karena sembilan korban yang selamat atau luka ringan yang ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Bandarlampung, disinyalir berpotensi menjadi saksi atau tersangka dalam kasus pengroyokan sesua dengan Pasal 170 KUHP yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” katanya.

“Kami melakukan pengamaman ketat terhadap sembilan korban yang saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kasus ini ditarik dan ditangani langsung oleh Polda Lampung,” imbuhnya.

Dikatakannya, pemeliharaan perdamaian, yakni melibatkan Forkopimda Provinsi Lampung dan Pemkab Mesuji. Kemudian patroli cyber, yakni untuk mendeteksi perkembangan situasi di Lampung dan Sumatera Selatan oleh fungsi Intelejen, Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda.

Untuk jumlah personel yang diturunkan, lanjut Pandra, ada sekitar 500 personel gabungan terdiri dari Bromob 100 personel, Intelejen dan Ditreskrimum 50 personel, Sabhara (Polda dan Polres) 100 personel, Polres Mesuji 150 personel dan TNI 100 personel.

“Ratusan personel gabungan tersebut, akan terus disiagakan dilokasi kejadian hingga situasi benar-benar kondusif. Mengenai situasi saat ini, Alhamdulilah aman dan terkendali,”tandasnya.

BACA: Ini Kronologi dan Nama Tiga Korban Tewas dalam Bentrok di Register 45 Mesuji

Terpisah, Kapolres Mesuji, AKBP Budi Edi Purnomo, saat dikonfirmasi mengatakan bentrok warga antara dua kelompok ini terjadi akibat saling klaim antara kelompok Mesuji Raya dari Pematang Panggang, OKI, Sumatera Selatan dengan Mekar Jaya Abadi, KHP Register 45 KBM. Akibat peristiwa tersebut, korban pembacokan berjumlah 10 orang dan tiga di antaranya meninggal dunia.

“Hingga saat ini anggota Polres Mesuji, Brimobda Lampung dibantu TNI Kodim 0426 Tulangbawang masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi kejadian. Situasinya, saat ini kondusif dan kedua belah pihak dapat menahan diri,”jelasnya.

Dikatakannya, usai terjadinya bentrok, warga di Mekar Jaya Register 45 Mesuji sudah diungsikan oleh petugas ke suatu tempat yang lebih aman. Berdasarkan catatan dari petugas, setidaknya ada sekitar 90 warga yang mengungsi yang didominasi perempuan, anak-anak dan lanjut usia (lansia).

“Mereka (warga) ini, diungsikan ke tempat yang aman dan ada juga yang mengungsi di kediaman sanak saudaranya. Yang jelas, masalah ini sedang ditangani dan serahkan kepada kami (kepolisian),”pungkasnya.

BACA JUGA: Jejak Konflik Berdarah di Register 45 Mesuji
BACA: Mesuji Bergolak Lagi
BACA: Mencari Ujung Konflik Register 45 Sungai Buaya Mesuji

Loading...