Beranda News Pusiban Penyelesaian Konflik Register 46 Mesuji akan Libatkan Pemkab OKI

Penyelesaian Konflik Register 46 Mesuji akan Libatkan Pemkab OKI

446
BERBAGI
Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik) didampingi Danrem 043/ Gatam, Kolonel (Inf) Taufiq Hanafi dan Kapolres Mesuji, AKBP Edi Purnomo, mengunjungi lokasi kejadian bentrok warga dua kelompok di kawasan hutan register 45 Mesuji, Lampung, Kamis (18/7/2019) siang.
Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik) didampingi Danrem 043/ Gatam, Kolonel (Inf) Taufiq Hanafi dan Kapolres Mesuji, AKBP Edi Purnomo, mengunjungi lokasi kejadian bentrok warga dua kelompok di kawasan hutan register 45 Mesuji, Lampung, Kamis (18/7/2019) siang.

Zainal Asikin  | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan berkoordinasi dengan Pemprov Sumatera Selatan untuk menyelesaikan konflik di kawasan hutan register 45 Mesuji, Lampung yang melibatkan warga kelompok Mekar Jaya Abadi, KHP Register 45 KBM dengan kelompok Mesuji Raya dari Pematang Panggang, OKI, Sumatera Selatan, pada Rabu (17/7/2019) siang kemarin.

BACA: Bentrok di Register 45 Mesuji, Tiga Warga Dikabarkan Tewas

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim atau yang akrab disapa Nunik saat mengunjungi lokasi kejadian bentrok warga dua kelompok di kawasan hutan register 45 Mesuji, Lampung, Kamis (18/7/2019) siang.

Nunik mendatangi lokasi kejadian bentrok di wilayah kelompok Mekar Jaya Abadi, Register 45 dengan didampingi Danrem 043/ Gatam, Kolonel (Inf) Taufiq Hanafi, Dandin 0426/Tulangbawang, Letkol (Inf) Kohir, Kapolres Mesuji, AKBP Edi Purnomo dan para pejabat lainnya.

Menurut Nunik, konflik lahan di register 45 ini, harus melibatkan sejumlah pihak lintas sektoral baik dari Provinsi Lampung, maupun dari Provinsi Sumatera Selatan. Penanganannya pun, ada skala jangka panjang dan jangka pendek.

“Karena dalam kasus ini adanya berkaitan dengan warga Sumsel, maka kita juga akan berkoordinasi dengan Pemprov Sumsel secara khusus,”ucapnya.

Guna meredam agar tidak terjadinya konflik susulan atau meluas, lanjut Nunik, pemerintah daerah akan terus menjalin komunikasi dengan unsur Forkopimda. Karena hal ini menyangkut persoalan ketertiban keamanan masyarakat (Kamtibmas) pasca terjadinya konflik.

BACA: Mencari Ujung Konflik Register 45 Sungai Buaya Mesuji

“Kita berusaha semaksimal mungkin, agar konflik susulan tidak terjadi dan kita terus berkoordinasi dengan petugas kepolisian dan TNI agar situasi tetap kondusif,”ungkapnya.

Selain itu juga, kata Nunik, pihaknya mengajak Pemkab Mesuji dan Pemrov Lampung untuk berkoordinasi mengenai biaya pengobatan terkait adanya korban luka akibat bentrok yang saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit.

“Ada langkah jangka panjang dan pendek, Pemkab Mesuji berkoordinasi dengan Pemrov dan pihak lain bersama-sama memikirkan biaya korban luka yang masih dirawat di Rumah Sakit,”paparnya.

Mantan Bupati Lampung Timur ini juga meminta kepada awak media (cetak, online dan televisi) untuk turut membantu meredam suasana agar kejadian bentrok ini tidak bergolak.

Nunik mengaku ia sangat hati-hati ketika membahas mengenai program kemitraan di kawasan register 45 yang selama ini telah berjalan.

“Jadi seperti apa yang saya katakan tadi, bahwa ada jangka panjang dan pendek dalam penanganan konflik ini. Untuk itu, kawan-kawan media semua tolong bantu kami untuk hati-hati dalam persoalan ini,” kata dia.

Dalam kunjungannya tersebut, Wakil Gubernur Lampung sempat melihat rumah-rumah warga yang ada di sekitar kawasan register 45, Mesuji. Sementara hingga Kamis siang ini, ratusan personel gabungan dari kepolisian dan TNI masih terus bersiaga di lokasi kejadian untuk mencegah terjadinya bentrok susulan.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang warga dikabarkan tewas akibat bentrok dua kelompok, diduga memperebutkan lahan garapan di wilayah hutan Register 45 Kabupaten Mesuji, Lampung, Rabu (17/7/2019) sekitar pukul 14.20 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun teraslampung.com, bentrok warga dua kelompok yakni kelompok Mekar Jaya Abadi, KHP Register 45 KBM dengan kelompok Mesuji Raya dari Pematang Panggang, OKI, Sumatera Selatan tersebut dipicu mengenai lahan garapan di wilayah hutan register 45 Mesuji.

BACA: Ambil Alih Penanganan Kasus Bentrok Mesuji, Ini yang Dilakukan Polda Lampung

Akibat bentrok dua kelompok tersebut, ada sekitar 10 korban yang mengalami luka bacok senjata tajam dan tiga korban diantaranya meninggal dunia.

Ketiga korban tewas tersebut adalah Dali, Jeman dan Roli. Ketiganya dari kelompok Mesuji Raya. Sementara satu orang korban tewas lagi, belum teridentifikasi. Korban tewas akibat terkena sabetan senjata tajam, kondisinya cukup parah terutama pada bagian wajah, tangan dan tubuhnya.

Sedangkan korban luka bacok dari kelompok Mekar Jaya Abadi Register 45 ada sekitar delapan orang, yakni Yudi, Budi, Rahmat, Jono, Ipul dan Haryono, Rojiman dan Supadjito serta satu orang korban dari Dusun Moro-Moro bernama Katimin. Para korban tersebut, sudah dibawa anggota polisi Polres Mesuji ke Klinik Asa Merdeka, Puskesmas Simpang Pematang dan Rumah Sakit Puri Husadatama.

Bentrokan itu terjadi lantaran dipicu penyanderaan alat pembajak lahan garapan milik kelompok Mesuji Raya oleh kelompok warga Mekar Jaya. Sekira pukul 11.00 WIB, datang alat bajak yang melakukan pembajakan di lokasi KHP Register 45 kelompok Mekar Jaya Abadi. Bajak tersebut melakukan pembajakan diareal tanah seluas setengah Ha, milik saudara yusuf (41) kelompok Mekar Jaya Abadi.

Kejadian tersebut di ketahui oleh warga kelompok Mekar Jaya Abadi, saat itu juga warga langsung memukul kentongan sehingga berkumpulah warga dan langsung mengamankan bajak tersebut sembari menanyakan atas perintah siapa melakukan pembajakan tersebut.

Selanjutnya, operator bajak itupun pulang namun taklama berselang sekelompok warga dari kelompok Mesuji Raya (Pematang Panggang) datang dengan membawa senjata tajam merebut paksa kembali alat pembajak tersebut. Hingga akhirnya, terjadilah perlawanan oleh kelompok Mekar Jaya Abadi dan menimbulkan keributan dan adanya korban luka-luka akibat sabetan senjata tajam dan meninggal dunia sekitar pukul 14.20 WIB.

BACA JUGA: Jejak Konflik Berdarah di Register 45 Mesuji

Saat ini, kedua kelompok tersebut masih terkonsentrasi di sekitar lokasi kejadian. Aparat kepolisian gabungan dari Polres Mesuji dibantu anggota TNI dari Kormail Mesuji dan Kodim 0426 Tulangbawang yang dipimpin langsung Kapolres Mesuji, AKBP Edi Purnomo langsung mengamankan lokasi kejadian. Saat ini personel gabungan masih terus berjaga-jaga melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Kapolres Mesuji, AKBP Edi Purnomo saat dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan adanya kejadian bentrok warga tersebut. Namun pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci terkait bentrok dua kelompok yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia dan luka-luka tersebut.

“Ya benar, tapi kami belum bisa jelaskan karena saat ini kami masih berada dilokasi kejadian dan masih fokus berjaga di sekitar lokasi dibackup dari Kodim 0426 agar konflik tidak meluas,”ujarnya, Rabu (17/7/2019) petang.

Terkait adanya kejadian tersebut, Polda Lampung langsung mengambil tindakan guna mencegah tidak terjadinya bentrok susulan dan meluas di wilayah tersebut. Hal tersebut, diungkapkan Karo Ops Polda Lampung, Kombes Pol Yosi Hariyoso kepada teraslampung.com.

“Polres Mesuji sudah melakukan tindakan, saat ini masih dilakukan penyelidikan. Untuk mengenai motifnya, kita belum bisa sampaikan tapi bentrok yang terjadi ini yakni antar kelompok yang bersinggungan,”kata Kombes Pol Yosi Hariyoso.

Dikatakannya, saat ini situasi disekitar lokasi kejadian sudah kondusif. Polda Lampung bersama Polres Mesuji dan dibantu dari TNI, sudah berkoordinasi dengan beberapa tokoh setempat agar tidak terjadi adanya bentrok susulan.

“Untuk mengamankan lokasi kejadian, kita sudah langsung turunkan personel gabungan dari Brimobda Lampung, Jatanras, Reskrim, Propam, Sabhara dan Intel. Mohon doanya, supaya tidak ada bentrokan susulan dan kondisinya tetap kondusif,”ungkapnya.

BACA JUGA: Mesuji Bergolak Lagi

Loading...