Beranda Hukum Ledakan di Bandarlampung Dipastikan Bom, Polda Pastikan Mustofa Terduga Teroris

Ledakan di Bandarlampung Dipastikan Bom, Polda Pastikan Mustofa Terduga Teroris

893
BERBAGI
Kapolda Lampung, Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo memberikan keterangan terkait ledakan bom dan penetapan tersangka Mustofa terduga teroris kepada awak media saat konferensi pers di Mapolda Lampung, Senin (25/9/2017) siang,

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Terkait ledakan besar yang terjadi di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Barat, Minggu (24/9/20017) siang kemarin dipastikan ledakan bom. Polda Lampung menetapkan Mustofa Zailani atau MZ alias Abi Mus (52), terduga teroris sebagai tersangka dalam kasus tersebut dan ditahan di Mapolresta Bandarlampung.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo didampingi Waka Polda Lampung, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol dalam konferensi persnya mengatakan, dalam kasus tersebut, pihaknya sudah menetapkan Mustofa Zailani atau MZ alias Abi Mus (52) sebagai tersangka terduga teroris, dan tersangka dilakukan penahanan di Mapolresta Bandarlampung.

BACA: Ledakan Bom di Bandarlampung, Terduga Teroris Ini Dapatkan Bahan Peledak dari Sukabumi

“Mustofa menjadi tersangka, karena menyimpan dan memiliki benda atau bahan terlarang sesuai dalam Undang-Undang Darurat No.12 Tahun 1951″ujarnya kepada awak media, Senin (25/9/2017) siang.

Dikatakannya, untuk barang bukti yang disita berupa sejenis arang, serbuk warna putih berbagai jenis berupa ampo, sulfur, urea, putasium, serbuk warna coklat, TNT, detonator (CAP), satu botol cairan kimia putih, selang bahan CAP, bubuk warna coklat, paku, timbingan digital, ponsel, casing warna coklat terbuat dari kertas bulat panjang ukuran 25 cm sebanyak 54 buah dan ukuran kurang lebih 15 cm sebanyak 69 buah serta beberapa barang bukti lainnya.

Beberapa barang bukti tersebut, kata Suroso, disita petugas dari tiga lokasi TKP. Pertama di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Gedong Air, Tanjungkarang Barat, kedua di rumah N alias UL (49), istri pertama Mustofa di Jalan Ikan Sepat Gang Kelapa No.65, Kelurahan Pesawahan, Telukbetung Selatan dan TKP ketiga di gedung yang tidak jauh dari rumah istri pertamanya tersebut.

BACA: Suara Ledakan Keras Seperti Bom Gegerkan Warga Gedongair Bandarlampung

“Dari lokasi TKP kedua dan tiga itu, petugas menemukan bungkusan slang casing, beberapa kilogram potasium dan buku-buku yang berisi tentang jihad,”ungkapnya.

Menurutnya, semua barang bukti sebagai bahan pembuat bom tersebut, didapat tersangka dari Sukabumi, Jawa Barat dan saat ini masih kami dalami.

Selanjutnya, barang bukti tersebut saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri. Kasusnya, saat ini masih ditangani dan didalami Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri.

“Mengenai sejauh apa keterlibatan Mustofa dengan jaringan teroris masih didalami. Sementara ini, keterlibatan tersangka masih sebagai pemula belum bersifat ekstrim,”jelasnya.

Akibat perbuatannya, Mustofa dijerat Pasal berlapis 306 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara 5 tahun dan Pasal 1 Undang-Undang Darurat No.12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman pidana penjara 20 tahun. Sedangkan untuk Undang-Undang terorisme, masih didalami karena sejauh ini tersangka baru ditetapkan sebagai terduga terorisme.

BACA: Tim Gabungan Polda Lampung Gerebek Rumah Terduga Teroris di Telukbetung Selatan

Jenderal bintang dua ini menuturkan, dalam kasus tersebut, petugas telah memeriksa enam orang saksi. Yakni kedua istri tersangka Mustofa berinisial N alias UL (49) dan Aulia (42), anaknya berinisial AS (22), guru pondok berinisial I, serta S (33) dan T (28), keduanya warga Tanjungkarang Barat.

“Sedangkan saksi yang saat ini masih dilakukan proses pemeriksaan, Aulia istri kedua tersangka Mustofa. Karena yang bersangkutam masih dilakukan perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara,”pungkasnya.