Beranda News Pertanian Danrem dan Pamen Mabes AD Kunjungi Areal Pertanian Siap Panen

Danrem dan Pamen Mabes AD Kunjungi Areal Pertanian Siap Panen

222
BERBAGI
Danrem dan rombongan meninjau persawahan siap panen di Kampung Sinar Harapan, Kelurahan Rajabasa, Rajabasajaya, Bandarlampung, Jumat (20/3).

Bandarlampung, Teraslampung.com — Danrem 043/Gatam.Kol.Arm. Drs. Winarto, M. Hum dan Pamen Denma Mabesad Kol Inf Dudung AR meninjau  lahan pertanian yang sebentar lagi akan melaksanakan panen raya. di  Kampung Sinar Harapan dan Kampung Sukajaya Kelurahan Rajabasa Kecamatan Rajabasajaya, Bandarlampung, Jumat (20/3).

Turut dalam rombongan Danrem, antara lain Kasrem 043/Gatam Letkol Inf.Syarifudin, Pamandyakomsosterad Mabesad Letkol Inf Deny M Rihi , pejabat Pamandyakomsosterad Mabesad, Kasiter Rem 043/Gatam Letkol Inf, Iskandar, dan Dandim 0410/BL Letkol inf Arie Priyanto W, dan sejumlah pejabat Dinas Pertanian Bandarlampung.

“Peninjauan ini akan menjadi bahan masukan dan laporan kami kepada Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) tentang pertanian khususnya persawahan warga. Kami sebelumnya juga sudah mengunjungi  lahan persawahan warga di Kabupaten Lampung Tengah,” kata Pamen Denma Mabesad Kol Inf Dudung AR.

Kolonel Dudung mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk  melihat secara dekat tentang pertanian pesawahan warga, baik melihat sistem irigasi dan luas lahan yang akan mendata secara rinci luas sawah dan kebutuhan pupuk serta obat pertanian.

Danrem 043/Gatam.Kol.Arm. Drs. Winarto, M.Hum berharap para petani bisa meningkatkan hasil pertanian khususnya beras.

“Karena Provinsi Lampung menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Di samping itu, Lampung juga mendapatkan target dari pemerintah untuk meningkatkan produksi beras hingga 1 juta ton pada 2015,” kata Danrem.

Menurut Danrem, pihaknya akan membantu upaya peningkatan produksi itu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Antara lain, melakukan pengawalan distribusi pupuk bersubsidi sehingga benar-benar sampai kepada para petani an memperbaiki saluran irigasi yang bocor.

“Maka dari itu, kunjungan ke lapangan menjadi penting untuk melihat dari dekat tentang irigasi pertanian sawah warga,  sejauh mana kebutuhan airnya dan kelancaran saluran irigasinya,”tegasWinarto.