Soal Penimbunan Gula oleh Perusahaan Besar di Lampung, Ini Kata Mabes Polri

Pekerja tengah menata gula pasir di Gudang Bulog Jakarta, Selasa (14/2/2020). Foto: dok liputan6.com
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM — Dugaan adanya penimbunan gula di Lampung akhirnya terjawab. Mabes Polri menyatakan menemukan 70 ribu hingga 100 ribu ton gula tersimpan di gudang perusahaan gula di Lampung.

BACA: Komisi II DPRD Lampung Minta Polda Tangkap dan Bongkar Mafia Penimbun Gula

“Kemarin kita sidak di Lampung dapati beberapa perusahaan yang memiliki stok besar sekali antara 75 ribu-100 ribu ton gula dan itu tidak terdata di kita. Untuk itu kita minta koordinasi dengan Pemda (Pemerintah daerah) untuk dikirim ke Jakarta,” kata Kepala Bareskrim Polri Polri Irjen Listyo Sigit, setelah melakukan pantauan langsung di Food Station Tjipinang Jaya, Kompleks Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (18/3/2020), seperti dilansir Liputan6.com hari ini.

Menurutnya, setidaknya ada dua perusahaan besar produsen gula di Lampung yang memiliki stok besar sekali, kurang lebih 75 ribu sampai 100 ribu ton.Gula itu ditemukan di gudang mereka oleh Mabes Polri, Selasa lalu (17/3/2020).

Irjen Listyo mengatakan, seharusnya stok gula sudah ada untuk April dan Mei, tapi akhir-akhir ini muncul kelangkaan di Jakarta dan Lampung. Kelangkaan gula juga kemungkinan besar terjadi di daerah-daerah lain di Indonesia.

Listyo mengatakan, pada Rabu (18/3/2020) dikirimkan kurang lebih 33 ribu ton gula dari Lampung untuk memenuhi kebutuhan gula di Jakarta.

“Sehingga dia berharap harga gula bisa turun, dan kembali stabil. Saya harapkan harga bisa turun dan kami akan pantau hambatannya ada di mana, jadi tidak ada alasan gula tidak turun. Kita telusuri, apakah masalah di distribusinya, ataukah stoknya yang numpuk dan sengaja disimpan, atau masalah terlambatnya perizinan, kita cek semua. Jadi gak ada alasan harga gula naik karena secara hitungan cukup,” kata dia.

Ia menegaskan, pihaknya melalui satuan tugas (satgas) Polri akan memantau bahan pangan. Ini dilakukan untuk memastikan stok tidak kosong yang kemudian berdampak pada kenaikan harga. Dia juga tidak segan memberi sanksi kepada pihak yang menimbun kebutuhan pokok.

BACA: Penimbun Gula Saat Warga Panik karena Virus Corona Diminta Hengkang dari Lampung

“Tapi sebenarnya stok cukup tapi terjadi kelangkaan, bahkan harga naik, tentu kita berikan sanksi bagi penimbun, dan diberi peringatan. Besok saya tidak mau lagi ketemu ada yang numpuk itu kita proses,”  katanya.

Listyo menegaskan, pihaknya akan memastikan tidak ada penimbunan stok bahan pangan di tengah pandemi corona ini hingga Lebaran 2020. Bahkan, untuk menambah pasokan, beberapa komoditi akan masuk ke Indonesia, salah satunya bawang putih.

“Sehingga tidak perlu ada kepanikan kemudian mengumpulkan (menimbun) dalam jumlah tertentu karena stok di pasar cukup,” kata Listyo.

Dia mengimbau agar oknum pedagang tidak menimbun bahan pangan karena akan menimbulkan kepanikan dan keluhan masyarakat lainnya. Dia mengatakan akan terus melakukan sidak pasar untuk memantau dan mengawasi stok bahan pangan bagi masyarakat.